Ini Dia Cerita Hartono Waktu Masuk Kampung

0
70

Oleh: Firmus

SEKADAU – Melewati medan yang cukup berat, melelahkan,  ngos ngosan tapi mengasyikan. Berjalan kaki melewati persawahan dan bekas ladang yang padat dengan ilalang dan rerumputan, jalan setapak berbukit dan lumayan panjang, berlumpur cukup menantang keinginan hati dari rasa malas.

Mana lagi cuacanya mendung, hari juga semakin sore dan dalam hitungan jam malam pun bakal menjemput, belum lagi kampung tengah sudah memberi sinyal ingin makan dan minum.

Memang betul kata orang tua, kalau kamu mau berhasil kamu harus berjuang dan bekerja keras. Semangat itu yang membuat kami mampu melewati semua tantangan itu.

“Ini  cerita sekaligus pengalaman saya dan Teman Saya Hendrikus Abot saat mencari BUAH DURIAN di tembawang Durian milik Mertua Hendrikus Abot di Pekawai Kecmatan Nanga Mahap awal tahun baru 1 Januari 2019 sepulang rekreasi di Objek Wisata Botuh Jato,” tulis Hartono di media sosial miliknya.

Usaha dan perjuangan yang membuahkan hasil. Usaha dan kerja keras saya dan teman saya Hendrikus tidak sia-sia meski kami harus berjibaku dengan malam dan melewati jalan berbukit dan semak belukar. Namanya juga jalan mencari durian, pastilah jalannnya alit dan semak belukar, kalau mulus itu artinya jalan mau ke mall hahahaha.

Hati penuh  bahagia bercampur gembira, betapa tidak setibanya kami dipokok durian melihat buah durian bergelimpangan bak jamur di musim penghujan. Nafas yang awalnya ngos-ngosan jadi hilang melihat buah butiran buah durian yang bergelimpangan setelah jatuh dari pohonnya. Satu persatu buah durian mulai dari yang besar sampai yang kecil kami pungut. Dalam hitungan menit kami berhasil mengumpulkan buah durian itu sebanyak dua gerai atau dua takin. Luar biasa, berkat Tuhan.

Kata kawan ku Abot namanya Kita Pergi tidak sia-sia bang. Lalu aku menjawabnya semangat mu yang hebat membakar semangat ku untuk melewati tantangan itu. Karena elama dalam perjalanan aku selalu bertanya kepadanya “Jalannya masih jauhkah bot, lalu apa jawabannya sebentar lagi bang, atur nafasnya bg biar kita bisa sampai ke pokok durian. Kami pulang dengan hati gembira dan bahagia karena membawa pulang buah durian meski beban yang kami pikul cukup berat.

SELAMAT TAHUN BARU, BERKAT TUHAN MENYERTAI KITA SEKALIAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here