Pesan Genopepa Dihari Pahlawan, Ini Dia

    0
    38

    Oleh : Firmus

    SINTANG – Pengamat Lingkungan Hidup dan Sosial Masyarakat UNKA Sintang Kalimantan Barat, Dr. Genopepa Sedia, SH. MH mengatakan, aktualisasi masyarakat Indonesia yang pluralis dengan segala keberagaman budaya lokal justru menghasilkan sebuah wahana budaya yang sangat indah.

    Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat mampu memancarkan sinar keindahan bagi bangsa lain.

    Paternalisasi yang sudah ditanamkan oleh leluhur yang sarat dengan kesantunan sebagai orang timur, sekarang dalam posisi yang mengkhwatirkan, etika kerelaan sebagai manifestasi kepasrahan jangka panjang sudah terkontaminasi kepentingan otoritas komunitas tertentu.

    Kemampuan masyarakat tradisional dalam mempertahankan eksistensinya menjadi sebuah perjuangan yang sangat berat, nilai nilai kearifan lokal yang terangkum dalam sastra tutur keseharian menjadi semakin langka.

    Banyak masyarakat modern bahkan dayak modern atau bahkan ini berlaku untuk seluruh masyarakat tradisional di nusantara mengdepankan sikap realitis meninggalkan ajaran tradisi yang ditanamkan oleh para tetua adat mereka, cenderung mengandalkan nilai tradisi menjadi lebih meluas ketika lingkungan hidup memberi dukungan.

    Sistem tradisi sebagai spesifik dari sebuah pranata adat tidak lagi menjadi acuan dasar dalam berprilaku dan ketidak berdayaan masyarakat adat dalam mempertahankan eksistensinya merupakan ancaman yang serius untuk estafet nilai tradisi selanjutnya, namun sangat disayangkan mutu peringatan hari pahlawan itu terasa menurun dari tahun ke tahun terutama generasi muda dengan sudah tidak lagi menghayati makna hari pahlawan dan dianggap sebagai seremoni belaka tanpa menghayati nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan sebagai tauladan dari nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Untuk itu sebagai generasi muda kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman, menghadapi situasi seperti sekarang ini kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan, indonesia harus adil dan demokratis dan indonesia harus bersih dan bebas dari korupsi, mengingat korupsi merupakan akarnya dari kehancuran sebuah negara yang di dalamnya adalah generasi muda,” tuturnya.

    Para pejuang kemerdekaan indonesia telah gugur bertahun tahun lamanya namun tongkat estafet perjuangannya tidak akan pernah luntur di makan masa pada dasarnya, walau negara ini sudah merdeka, bukan berarti perjuangan harus berhenti begitu saja hanya karena permasalahan yang dihadapi bangsa sekarang ini.

    “Adalah tugas kita generasi muda untuk melanjutkan perjuangan mereka sebagai agen perubahan yang lebih baik setidaknya untuk melanjutkan sebuah perjuangan para pahlawan dalam menggapai cita cita bangsa dimana budayakan anti korupsi yang dimulai dari diri sendiri,” pesannya.

    Sayangi bumi dengan menjaga kebersihan lingkungan baik di darat, udara maupun di laut khususnya lingkungan sendiri, berprestasi dibidang yang digeluti, berinovasi dan sigap dengan perubahan yang dinamis maupun praktis yang positif dan ikut serta menjaga dan melestarikan budaya nusantara maupun budaya lokal berdasarkan kearifan lokal di masing masing daerah, serta bebas dari pengaruh narkoba dan sejenisnya.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here